Manajemen Kurikulum

Nuracece1,Nursalwa2 dan Yulia Saraswati3.

A. PENDAHULUAN

Ilmu yang dimiliki oleh seorang manusia itu kuantitas dan kualitasnya berbeda. Ilmu dapat diperoleh darimana saja melailui proses pembelajaran. Ilmu dan teknologi berkembang sangat pesat, hal inijuga akan berpengaruh  terhadap kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Kurikulum berasal dari Bahasa yunani yaitu jarak yang harus ditempuh. Secara sempit atau tradisional, kurikulum adalah sekedar memuat dan dibatasi pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan guru pada siswa guna mendapatkan ijazah. Sedangkan secara modern, kurikulum adalah semua yang diharapkan dimilikipeserta didik dibawah bimbingan guru dengan titk berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang pengertian kurikulum, pengertian manajemen dan pengertian manajemen kurikulum.

B.     PEMBAHASAN

A.    Pengertian Kurikulum

Ilmu yang dimiliki oleh seorang manusia itu kuantitas dan kualitasnya berbeda. Ilmu dapat diperoleh darimana saja melailui proses pembelajaran. Ilmu dan teknologi berkembang sangat pesat, hal inijuga akan berpengaruh  terhadap kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Kurikulum berasal dari Bahasa yunani yaitu jarak yang harus ditempuh. Secara sempit atau tradisional, kurikulum adalah sekedar memuat dan dibatasi pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan guru pada siswa guna mendapatkan ijazah. Sedangkan secara modern, kurikulum adalah semua yang diharapkan dimilikipeserta didik dibawah bimbingan guru dengan titk berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.[1]

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikanyang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.[2]

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman  penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu in meleputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan  dan pesertadidik.

Kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen tersebut terdiri dari tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi.  Berangkat dari bentuk kurikulum tersebut, maka dalam pelaksanaan kurikulum sangat diperlukan suatu p[engorganisasian pada seluruh komponennya. Dalam pengorganisasian ini akan berhubungan erat dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan.[3]

Kurikulum menurut para ahli:

  1. Menurut Soedijarto, kurikulum merupakan serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan yang berwenang.
  2. Kurikulum, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), kontitusi menyatakan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.[4]

B.     Pengertia Manajemen

Sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehari-harinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen, baik langsung maupun tidak langsung. Baik di sadari ataupun tidak disadari. Ilmu manajemen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke 20 di benua Eropa barat dan Amerika. Dimana di negara-negara tersebut sedang dilanda revolusi yang dikenal dengan nama revolaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaausi industri, yaitu perubahan-berubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efisien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragam sejenisnya.

Manajemen berasal dari Bahasa inggris ‘management’dengan kata kerja  to manage, diartikan secara umum sebagai mengurusi atau kemampuan menjalankan dan mengontrol suatu urusan atau ‘act of running and controlling a business’. [5]

 

Manajemen menurut beberapa ahli sebagai berikut:

  1. Menurut Luther Gulick mendefinisikan manajemen sebagai suatu bidang ilmu pengetahuan yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama.
  2. Marry Parker Follet menyatakan bahwa manajemen adalah the art of getting things done through people, yaitu sebagai suatu seniuntuk mendapatkan segala sesuatu yang dilakukan melalui orang lain.
  3. Menurut pandangan Drucker, manajemen merupakan praktik spesifik yang mengubah sekumpulan seorang menjadi kelompok yang efektif, berorientasi pada tujuan, dan produktif.
  4. Menurut stoner dan Freeman, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengawasi pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi yang tersedia untuk mencapai tujuan organisasi yang dinyatakan dengan jelas
  5. Robbins dan Coultar memberikan defiisi manajemen sebagai suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efesien dan efektif dengan dan melalui orang lain.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah proses penggunaan sumber daya organisasi dengan menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi secara efesien dan efektif.[6]

Manajemen (management)adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efesien melalui perencanann, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional.[7]

Manajemen menurut kelompok kami merupakan suatu tindak-tindakan yang terdiri darisuatu proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian berdasarkan ilmu maupun seni untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

  1. Pengertian manajemen kurikulum

Manajemen kurikulum adalah sebagai suatu system pengelolaan kurikulum yang komperatif, komprehensif, sistemik dan sitematik dalam rangka mewujudkan  ketercpaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya manajemen kurikulum harus dikembangkan dengan konteks manajemen berbasis sekolah dan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Oleh karena itu, otonomi yang diberikan pada lembaga pendidikan atau sekolah dalam mengelolah kurikulum secara mandiri dengan memprioritaskan kebutuhan  dan ketercapaian saran dan visi dan misi lembaga peendidikan atau sekolah tidak mengabaikan kebijakan nasional yang telah ditetapkan.

Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama disekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolak ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menyempurnakan strategi pembelajarannya.

Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mangajar.

Manajeman kurikulum adalah sebagai suatu sistem pengelolaan kurikulum yang komperatif, komprehensif, sistemik dan sistematik dalam rangka mewujudkan ketercapaian tujuan kurikulum Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar.

C. PENUTUP

  1. Kesimpulan

Kurikulum berasal dari Bahasa yunani yaitu jarak yang harus ditempuh. Secara sempit atau tradisional, kurikulum adalah sekedar memuat dan dibatasi pada sejumlah mata pelajaran yang diberikan guru pada siswa guna mendapatkan ijazah. Sedangkan secara modern, kurikulum adalah semua yang diharapkan dimilikipeserta didik dibawah bimbingan guru dengan titk berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.

Manajemen (management)adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efesien melalui perencanann, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional.

Manajemen menurut kelompok kami merupakan suatu tindak-tindakan yang terdiri darisuatu proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian berdasarkan ilmu maupun seni untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Manajemen kurikulum adalah sebagai suatu system pengelolaan kurikulum yang komperatif, komprehensif, sistemik dan sitematik dalam rangka mewujudkan  ketercpaian tujuan kurikulum. Dalam pelaksanaannya manajemen kurikulum harus dikembangkan dengan konteks manajemen berbasis sekolah dan kurikulum tingkat satuan pendidikan.

2. Saran

Demikianlah makalah ini yang penulis paparkan. Didalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharap kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun guna untuk perbaikan makalah ini. Semogah makalah ini bermanfaat bagi kami teutama dan bagi pembaca.

 

Daftar Pustaka

Mohammad Jauhar, Nurmiyah, Pengantar Manajemen Di Sekolah, Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2015.

Sukmadinata, Syaodih., Pengembangan kurikulum teori dan praktik, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000

Wibowo, Manajemen Perubahan, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2006.

Richard l, Daft, Era Baru Manajemen, Jakarta: Salemba, 2010.

.            https://id.m.wikipedia.org/wiki/, Kurikulum. Diakses pada tanggal 27 September 2018.

 

 

[1]Nur Hamiyah, mohammad Jauhar, Pengantar Manajemen Di Sekolah, Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2015), h. 2.

[2]. Syaodih., Sukmadinata, Pengembangan kurikulum teori dan praktik, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000) h. 3.

[3]Nur Hamiyah, mohammad Jauhar, Pengantar Manajemen Di Sekolah, Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2015), h. 1.

 

[4] . https://id.m.wikipedia.org/wiki/, Kurikulum. Diakses pada tanggal 27 September 2018.

[5]Nur Hamiyah, mohammad Jauhar, Pengantar Manajemen Di Sekolah, (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2015), h. 2.

[6]Wibowo, Manajemen Perubahan, (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2006), h.9.

[7]Richard l, Daft, Era Baru Manajemen, (Jakarta: Salemba, 2010), h. 6.

Manajemen Kurikulum oleh MPI 3A ( Kelompok 1)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *